Sabtu, 27 November 2010
CULLASILA (Moralitas Tingkat Awal)
Menghindari mengambil apa yang tidak diberikan
Menghindari ketidak-sucian, Pertapa Gotama hidup jauh darinya, jauh dari praktik kehidupan sosial hubungan seksual.10"
Menghindari ucapan salah,
Menghindari fitnah
Menghindari ucapan kasar,
Menghindari gosip, menjauhi merusak benih dan hasil panen menjauhi makan pada waktu yang salah
menghindari menonton tari-tarian, nyanyian, musik dan pertunjukan.
menghindari memakai karangan bunga, pengharum, kosmetik, dan perhiasan.
menghindari menggunakan tempat tidur yang tinggi atau lebar. menghindari menerima emas dan perak.
menghindari menerima beras mentah atau daging mentah,
tidak menerima perempuan atau gadis muda,budak-budak laki-laki atau perempuan, domba dan kambing, ayam dan babi, gajah, sapi, kuda-kuda jantan dan betina, ladang dan bidang tanah;15
menghindari
dari menjadi kurir,
dari membeli dan menjual,
dari menipu dengan timbangan dan takaran yang salah,
dari menyuap dan korupsi,
dari penipuan dan kemunafikan,
dari melukai, membunuh, memenjarakan, merampok jalanan, dan mengambil makanan dengan paksa.'
Anda boleh menanyakan hal-hal kurang jelas atau sampaikan usul serta komentar. Kami senang membantu. Ariya K.Wijaya
Kamis, 29 April 2010
SEJARAH BENDERA BUDDHIS
Hari ini adalah hari ulang tahun Bendera Buddhis dimana Umat Sri Lanka merayakan HUT yg ke-125. Mau baca sejarah singkat nya? Bacalah yang berikut.
SEJARAH BENDRERA BUDDHIS
Sejak kedatangan Yang Ariya Arahat Mahinda ke Sri Lanka dari Jambudipa (India) dan Agama Buddha tertanam dengan kuat, kemudian Hari Waisak menjadi Hari Libur National secara resmi. Hari libur istimewa ini dihentikan ketika penjajahan Belanda di Sri Lanka pada tahun 1770 oleh Bp. Gubernur Fork sedangkan hari minggu menjadi hari libur di jaman Bapak Gubernur tersebut. Hal ini merupakan pukulan berat bagi umat Buddha karena dengan menghentikan hari libur nasional Waisak yang diwarisi masyarakat
Pada 25 Maret 1883 terjadi suatu peristiwa terhadap kalangan umat Buddha yaitu prosesi atau pawai yang diadakan dari satu vihara di Borella ke vihara lain di Kotahena diserang oleh kelompok tertentu di mana satu patisipan di perahera / pawai meninggal dunia. Dengan terjadinya peristiwa ini salah satu Bhikkhu senior yang mengadakan pawai tersebut tergerak hatinya untuk berjuang demi kebebasan umat Buddha yang terancam dari berbagai pihak. Pemimpin dalam gerakan melawan diskriminasi, ketidakadilan bagi umat Budda ini adalah Yang Mulia Migettuwatte Gunananda Maha Thero. Beliau adalah ahli pidato yang menyelenggarakan dan memenangkan debat resmi melawan Kristen yang terkenal dengan Panadura Vada. Beliau mengadakan pergerakan tanpa kekerasaan = (ahimsavadi movement). Pada 27 Maret 1885, sebagai manfaat dan hasil dari gerakan tersebut kemudian muncullah suatu organisasi dengan sebutan (Bauddharakshaka komitiya) artinya Komite pelindung Buddhis. Tokok-tokoh yang mendirikan komite tersebut adalah: Y.M.Waskaduwe, Sri Subhuti Mahathera, Y.M.Hikkaduwe, Siri Sumanggala Maha Thera dan Colonel Henry Steel Olcott. Colonel Henry Steel Olcoot berasal dari Amerika yang pernah menjadi perwira militer dan pengacara yang menganut agama Buddha di SriLanka. Col. Olcott ini adalah salah satu tokoh yang menjadi pelopor mendirikan Teosopical Group yang akhirnya menjadi landasan untuk berkembang agama Buddha di Indonesia kembali.(ket.lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Henry_Steel_Olcott).
Kemudian Colonel berangkat ke Inggris menghadapi Ratu Elisebeth sebagai utusan dari Komite Pelindung Buddhis dengan membawa pesan yang berisi sejumlah permintaan agar menarik perhatian Pemerintah Inggris. Salah satu hasil yang terwujud dari misi Col.Olcott adalah adalah Hari Waisak resmi diterima sebagai hari libur Nasional dan umat Buddha
Dengan berita baru masyarakat