by Ariya Kw on Tuesday, March 27, 2012 at 2:35pm ·
Baru baru in kita membaca berita dan cerita yang masuk ke bbm (blackb mesgr), selain itu pengetahuan yang terdapat dari televisi dn koran beraneka ragam. Banyak orang kritik dan protes dengan alasan, tidak ada kerugian sebenarnya yang di alami pemerintah; hal tersebut hanya sebagai alasan untuk menambah pendapatan dlm pemerintahan. mereka berargumentasi pula; mengapa pemerintah tidak dapat atasi korupsi yang meraja-lela secara besar- besaran untuk memperkuat keuangan negara. Sementara itu ada yang sepakat kenaikan harga bbm berdasarkan alasannya bahwa pemerintah benar-benar rugi karena harus mengeluarkan subsidi bbm. Alasan lain beberapa negara tetangga kita menetapkan harga BBM(bahan bkr myk)yang jauh lebih tinggi dibanding harganya di Indonesia. Kami (penulis, ariyakw) selama ini menerima kebijakan pemerintah apa adanya tentang kenaikan BBM maupun TDS (Tarif Dasar Listrk negara) terus terang karena terpaksa. Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang berjuang agar BBm dan TDL tetap, artinya tidak naik.
TETAPI......
Saya setuju apa bila perjuangan saudara kita yang memasang perhatian khusus dan protes tentang kenaikan harga BBM,Bila pemerintah mau melakukan kenaikan bukan karena untuk menutup kerugian disebabkan subsidinya demi konsumer Indonesia, tetapi untuk menambah pendapatan semata. Memang beberapa dekade ini sejarah membuktikan khususnya maha siswa pada umumnya pemuda selalu maju dan bergerak bahkan berperan aktif demi kesejahteraan rakyat di beberapa negara, tapi tidak jarang pula maha siswa atau pemuda menjadi wayang nya orang-orang yang mempunyai kepentingan politik yang sempit. Contohnya gerakan JVP di Sri Lanka tahun 1980 an dan gerakan gerilyawan Tamil (LTT) liberation tamil tiger. Demo-demo demi dipertahankan demokrasi memang perlu. Namun sering kali demo itu sendiri kadang menjadi bumerang bahkan ancaman terhadap demokrasi itu sendiri. Jelas semua mengetahui apa itu demokrasi. Demokrasi tercipta untuk kebahagiaan dan kesejahteraan teraan orang banyak.Tetapi apakah kita bisa lupakan catatan sejarah yang tercatat yang meninggalkan kenangan pahit. sering kali demo berubah menjadi kerusuhan yang mengakibatkan harta benda dan sarana -prasarana umum seperti gedung ,mobil jalan bahkan tokoh dan rumah-rumah rakyat hancur rusak bahkan terbakar. Akhirnya perkelahian antara petugas keamanan yaitu polisi dan tentara menjadi anarkis karena demo demi demokrasi berubah menjadi demo demo-crazy yang meninggalkan kerusakan gedung, mobil bahkan lenyap serana-prasarana lainnya tidak sedikit. Selain itu, petugas atau aparat mahasiswa atau buruh dan petugas media masa dan dls mengalami luka, kehilangan anggota badan bahkan kehilangan nyawanya sekalian. Insiden-insiden seperti itu kadang membuat pertumpahan darah yang sia-sia. berapa pemuda/maha siswa yang genius berkorban dalam peristiwa semacam itu. Saya tidak sependapat bahwa mereka yang meninggal dalam peristiwa sosial seperti ini bahkan peristiwa demi keagamaan pun akan terlahir di sorga. Harapannya bahwa anak cucu mereka /generasi penerus akan menikmati kehidupan surgawi (maksudnya mewah) di bumi ini karena perjuangannya pun mustahil, seperti halnya simpan gula di kolam. Justru karena kehancuran harta kekayaan milik negara begitu banyak, maka kenaikan harga BBm TDL dan lain-lain menjadi alasan yang lebih kuat. bahkan menjadi keharusan, Oke. sarana-prasarana dapt kita bangun kembali tapi bagaimana orang-orang tua, saudara yang kehilangan anggota keluarga. orang-orang yang pinter yang pamit dari kita dalam peristiwa-peristiwa terdahulu. tentu orang-orang yang memiliki hati nurani tangis dalam hati ketika hal-hal itu terjadi hanya orang-orang tertentu yang tidak punya hati yaitu yang ingin memanfaat kan situasi krisis untuk kepentingan pribad ,kepentingan partai dan kepentingan politik. Waspadalah! pintar-pintarlah baca situasi apa bila berjuang demi bangsa, negara dan demkrasi.
Selasa, 27 Maret 2012
Langganan:
Komentar (Atom)